oleh

Infrasturktur Bakal Jadi Kampanye Pasif Jokowi Saat Dinikmati Pemudik

Berita Politik – Juru Bicara PSI Bidang Ekonomi, Industri, dan Bisnis Rizal Calvary Marimbo mengatakan, publik akan merasakan langsung ‘sensasi’ mudik dengan infrastruktur terbaik yang dibangun Presiden Joko Widodo.

Dia mengatakan, infrastruktur akan menjadi juru kampanye Presiden Joko Widodo pada mudik kali ini. Bahkan ini akan lebih efektif dalam mempromosikan bukti kerja Presiden Jokowi kepada masyarakat secara langsung.

“Infrastruktur tidak pandai beretorika atau mengolah kata. Untuk meyakinkan publik, infrastruktur hanya pasif tapi efektif meyakinkan publik. Dia semacam unmoving mover kausa prima. Tidak bergerak tapi mampu menggerakkan orang untuk memilih kembali Presiden Jokowi pada 2019 nanti,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/6).

Rizal optimistis, sebagian dari pemudik diperkotaan yang tidak suka dengan Presiden Jokowi akan berubah pikiran setelah menikmati mulusnya jalan tol dan sarana infrastruktur terbaru. Mengingat, dia menilai, masyarakat kota selama ini sibuk kerja sehingga kerap mendapatkan informasi bohong atau hoax.

“Begitu selesai menikmati infrastruktur jalan yang bagus sampai ke kampung halamannya saat mudik, dia berubah pikiran. Inilah bedanya, Jokowi menawarkan experience campaign atau pengalaman, sedangkan oposisi menawarkan retorika dan fake news campaign. Ini yang akan membuat posisi Presiden semakin kuat dimata publik. Disatu sisi kita tidak punya oposisi yang berkualitas,” jelasnya.

Pemandangan indah sepanjang Tol Salatiga di Indonesia
Pemandangan indah sepanjang Tol Salatiga di Indonesia

Dia mengatakan, infrastruktur mudik tersebut berupa jalan tol, pelabuhan, bandara, terminal, stasiun kereta, jalan umum yang semakin maju dan modern yang dibangun pemerintahan Jokowi-Jk selama ini.

“Digabung semua Presiden sebelumnya, Jokowi membangun infrastruktur terpanjang, terbanyak, termasif sepanjang sejarah republik ini walau baru empat tahunan. Mana ada negara yang makmur karena mengabaikan infrastruktur?” ujarnya.

Untuk diketahui, Jokowi-JK telah membangun jalan baru sepanjang 2.623 kilometer (km). Pada 2015, terdapat 1.286 km jalan yang baru dibangun. Setahun kemudian, pemerintah membangun 559 km jalan. Dan 2017 telah dibangun 778 km jalan baru.

Sehingga total jalan baru yang telah dibangun sepanjang 2.623 km. Tahun 2018, pemerintah menargetkan sepanjang 1.071 km jalan baru dan 1.120 km pada 2019 akan dibangun. Dengan demikian, diharapkan total pembangunan jalan baru di era Jokowi-JK mencapai 4.814 km.

Selain jalan umum, telah terbangun pula jalan tol yang mencapai 568 km yang terbagi atas sepanjang 132 km pada 2015, 44 km pada 2016, dan sisanya akan dibangun 392 km pada tahun ini. Jokowi bahkan menargetkan pembangunan jalan tol hingga 2019 mendatang mencapai 1.851 km.

Pemerintah sudah membangun sepanjang 25.149 meter jembatan, hampir menyamai panjangnya Jembatan Selat Sunda (yang batal dibangun itu). Sampai, 2019, pemerintah menargetkan pembangunan jembatan sepanjang 29.859 meter.

Rizal Calvary Marimbo jubir PSI dibidang ekonomi, industri, dan bisnis
Rizal Calvary Marimbo jubir PSI dibidang ekonomi, industri, dan bisnis

PSI optimistis, daya saing infrastruktur Indonesia akan semakin menguat ke depan di era pemerintahan Jokowi. Sebelumnya, peringkat daya saing infrastruktur Indonesia melonjak untuk periode 2017-2018 sebagai dampak dari masifnya pembangunan infrastruktur.

“Kalau, pada periode 2015-2016 Indonesia berada di posisi 62. Jadi, pada periode 2017-2018 naik 10 peringkat ke posisi 52. Ini jadi modal besar untuk mengerek daya saing industri kita ke depan,” tutup Rizal.

agen poker terpercaya Indonesia

Sumber: merdeka.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed