oleh

Pengacara Ambil Barang Bukti di Breskrim, Kasus Habib Rizieq Dihentikan?

Wawasan Kita, Berita Nasional – Kepolisian Daerah Jawa Barat menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) untuk kasus dugaan penghinaan Pancasila.

Secara otomatis, status tersangka yang disandang tokoh Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab pun gugur.

Bersamaan dengan itu, pengacara Rizieq, Sugito Atmo Pawiro, mendatangi Bareskrim Polri guna mengambil barang bukti.

“Kebetulan kami datang ke Bareskrim itu untuk mengambil barang bukti yang terkait dengan perkara di Bandung dan kebetulan itu beberapa waktu yang lalu sudah SP3,” ujar Sugito, di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (4/5/2018).

Sugito menyebut barang bukti yang diambil berupa tesis dari Rizieq Shihab, serta rekaman video ceramah utuh dari yang bersangkutan di YouTube.

“Yang kemarin diserahkan termasuk kan Habib (Rizieq) menyerahkan bahwa terhadap mengenai Pancasila itu,” kata dia.

Baca juga: Fahri Hamzah Kritik Pedas Jokowi #DiaSibukKerjaApa di Instagram

“Habib juga tesisnya mengenai Pancasila itu juga diserahkan, termasuk ceramah yang seutuhnya segala itu kan dari yang menjadi barang bukti yang diajukan di Polda Jabar,” imbuhnya lagi.

Sebelumnya, Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka setelah Polda Jawa Barat menerima limpahan laporan Sukmawati Soekarnoputri yang dari Bareskrim Polri.

Sukmawati menuding Rizieq melontarkan kata-kata yang tidak pantas terkait Pancasila dan aduannya diterima dalam lapiran bernomor LP/1077/X/2016/Bareskrim.

Rizieq dilaporkan dengan sangkaan Pasal 154 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penodaan Lambang Negara dan Pasal 310 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik.

Sukmawati mempermasalahkan pernyataan Rizieq yang menyatakan ‘Pancasila Sukarno Ketuhanan ada di pantat, sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan ada di kepala,’ sebagaimana terekam dalam video yang diunggah di YouTube.

pohonpoker.net agen poker dan domino online terbaik di indonesia

Sumber: tribunnews.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 comment

News Feed