oleh

Para Ilmuwan Menemukan Kesimpulan Cara Membuat Mesin Waktu Menuju Masa Depan

Sains – Selama berabad-abad para ilmuwan, filsuf, dan masyarakat telah menjelajahi kemungkinan terjadinya time travel atau penjelajahan waktu. Para ilmuwan hampir mencapai kesimpulan bahwa perjalan waktu mundur tidak realistis, tapi perjalanan ke depan bisa menjadi kenyataan.

Albert Einstein pertama kali mengajukan gagasan bahwa bepergian dengan kecepatan cahaya dari Bumi akan memperlambat waktu untuk time traveler, sementara mereka yang kembali ke Bumi akan mengalami waktu yang normal.

Fisikawan teoritis Brian Greene dari Columbia University mengatakan, “Anda bisa membangun sebuah pesawat luar angkasa, pergi ke luar angkasa (dan travel) mendekati kecepatan cahaya, berbalik dan kembali. Bayangkan Anda pergi keluar selama enam bulan dan Anda berbalik dan datang kembali selama enam bulan”.

Saat Anda bepergian dengan kecepatan cahaya, waktu tetap relatif lambat untuk orang-orang yang masih berada di Bumi. Sebagai hasilnya, Anda bisa melaju cepat saat jam Anda tetap lambat.

“Ketika Anda melangkah keluar dari kapal, Anda satu tahun lebih tua namun Bumi telah melewati beberapa tahun. Hal ini bisa melalui 10.000, 100.000, atau satu juta tahun tergantung pada seberapa dekat kecepatan cahaya Anda bepergian,” kata Greene seperti dikutip Express.co.uk, Selasa (4/4/2017).

Ilustrasi Time Travel (Mesin Waktu)

Stephen Hawking juga telah menyebutkan hal tersebut yang membuat penjelasannya tersebut menjadi masuk akal. Di masa lalu, ia berkata, “Ini akan memakan waktu enam tahun dengan kekuatan penuh hanya untuk mencapai kecepatan ini. Setelah dua tahun pertama, itu akan mencapai kecepatan setengah cahaya dan jauh di luar tata surya. Setelah dua tahun, itu akan melakukan perjalanan pada 90% kecepatan cahaya.”

“Setelah dua tahun dorongan penuh, kapal akan mencapai kecepatan penuh 9,7% kecepatan cahaya, dan setiap hari di kapal akan menjadi tahun di Bumi. Pada kecepatan seperti ini, perjalanan ke tepi galaksi akan membutuhkan 80 tahun bagi mereka di kapal,” pungkasnya.

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 comments

News Feed